PANDUAN CERDAS EKSPLOR TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE-PANGRANGO

PANDUAN CERDAS EKSPLOR TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE-PANGRANGO

Monday, 09-09-2019 | 16:46

Puncak Gunung Gede

 

Banyak yang menyebutnya gunung kembar karena letaknya berdampingan dan tingginya pun tak beda jauh: Gunung Gede 2.958 mdpl, Gunung Pangrango 3.019 mdpl. Menjadi favorit para pendaki terutama karena keberadaan Alun-Alun Surya Kencana dan Lembah Mandalawangi yang begitu romantis dengan hamparan bunga edelweiss. Belakangan ini ada hal baru yang menarik di taman nasional yang berada di Jawa Barat ini tapi di luar kedua gunung itu, yakni suspension bridge alias jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang tepatnya berada di Situ Gunung, Sukabumi.

 

TN Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) yang luasnya 24.270,80 hektar tak hanya mencakup Gunung Gede dan Pangrango tetapi juga hutan pegunungan rendah di kawasan Situ Gunung dan Salabintana.

 

Pemandangan Gunung Gede

 

Selain beragam satwa liar lain, konon di kawasan ini juga ada badak, terbukti dengan ditemukan banyak jalur lintasan badak Jawa di sini. Makanya ada pos bernama Kandang Badak (2.400 mdpl) di jalur pendakian Gunung Gede. Kadang Badak ini adalah area gigir gunung seperti sadel yang menghubungkan Puncak Gede dan Puncak Pangrango.

 

Di lembah di antara gigir puncak Gede dengan Gunung Gumuruh terdapat padang rumput sub-alpin yang dinamai Alun-Alun Surya Kencana. Di sini tumbuh beberapa jenis rumput, paku-pakuan, sejenis melanding gunung, serta edelweiss Jawa yang terkenal.

 

Secara administratif TNGGP berada di 3 kabupaten yakni Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

 

Baca juga: "Situgunung Suspension Bridge Sekarang Sudah Dibuka Setiap Hari"

 

CARA KE TNGGP

Ada beberapa rute, tergantung berangkat dari Jakarta atau Bandung, dan memulai pendakian dari Cibodas, Gunung Putri, atau Salabintana, atau masuk kawasan via Situ Gunung.

- Jakarta-Ciawi-Puncak-Cibodas: 103 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 2,5 jam.

- Jakarta-Ciawi-Puncak-Cipanas-Gunung Putri: 115 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 2,5-3 jam.

- Jakarta-Ciawi-Sukabumi-Salabintana: 156 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 3,5 jam.

- Jakarta-Ciawi-Cisaat-Situ Gunung: 135 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 3,5 jam.

- Bandung-Cianjur-Cipanas-Cibodas: 90 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 3 jam.

- Bandung-Cianjur-Cipanas-Gunung Putri: 93 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 3,5 jam.

- Bandung-Cianjur-Cisaat-Salabintana: 92 km. Durasi normal dengan kendaraan pribadi (roda empat) 3,5 jam.

 

Catatan: Jalur di atas semua adalah jalur macet, jadi waktu tempuh biasanya jauh lebih lama.

 

CARA MENGEKSPLORNYA

Highlight TNGGP tentulah Gunung Gede dan Pangrango, jadi mengeksplornya ya dengan mendaki hingga ke puncaknya maupun hanya sampai akun-alun/lembahnya. Cara paling praktis tentu dengan membayar paket pendakian sekaligus antarjemput dari kota asal dan pengurusan Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi). Sementara untuk mengeksplor Situ Gunung dengan naik perahu atau jalan kaki keliling danau.

 

WAKTU KUNJUNGAN TERBAIK

Mei hingga September, atau saat musim kemarau. Sedangkan Januari sampai Februari biasanya hujan turun disertai angin yang kencang sehingga berbahaya untuk pendakian.

 

DURASI IDEAL

Untuk mendaki satu gunung cukup satu malam di gunung. Sedangkan sehari sebelumnya apakah menginap dulu di kaki gunung atau tidak tergantung preferensi masing-masing, begitu juga sehari setelah pendakian. Sedangkan untuk eksplor Situ Gunung juga cukup 2 hari 1 malam.

 

KEGIATANNYA?

- Mendaki Gunung Gede

Bisa naik dari Cibodas dan turun lewat Gunung Putri, atau sebaliknya. Bisa juga naik dan turun dari Gunung Putri. Kalau naik dan turun dari Cibodas sayang, karena jadi tidak ke Alun-Alun Surya Kencana.

 

Hamparan edelweiss di Alun-Alun Surya Kencana

 

Jalur Cibodas trek awalnya berbatu rapi. Selanjutnya berganti menjadi hutan tropis. Ada Kandang Batu, area kemping. Lalu Kandang Badak. Selanjutnya Tanjakan Setan yang kemiringannya 70-80 derajat. Begitu sampai puncak, pemandangan kawah dan Puncak Pangrango di kejauhan akan terlihat.

 

Pemandangan dari Puncak Gunung Gede

 

Dari puncak, biasanya pendaki lanjut turun ke Alun-Alun Surya Kencana. Alun-alunnya sangat luas, berupa padang rumput dengan hamparan edelweiss. Turun melalui jalur Gunung Putri yang berupa hutan tropis dengan trek tanah bercampur akar-akar pohon. 

 

- Mendaki Gunung Pangrango

Ke Pangrango disarankan lewat jalur Cibodas karena lebih dekat. Kondisi trek sampai Kandang Badak sudah diceritakan di atas. Dari Pos Kandang Badak menuju Puncak Pangrango jalurnya menyempit dan tentu saja menanjak terus. Lebih aman dan nyaman kalau memakai pemandu lokal, supaya tidak kesasar. Dari puncaknya, para pendaki biasanya turun ke arah berbeda untuk mencapai Lembah Mandalawangi yang dipenuhi edelweiss.

 

- Trekking ke Air Terjun Cibeureum

Kalau mendaki Gunung Gede atau Pangrango lewat jalur Cibodas pasti melalui air terjun ini, cuma agak melipir sedikit dari jalur utama. Jalan santai hingga tiba ke air terjun butuh waktu 45 menit sampai 1 jam. Treknya berupa batu yang sudah disusun rapi dan menanjak.

 

Air terjunnya seperti dua tingkat, tetapi sebenarnya tingkat yang bawah hanyalah aliran air dari air terjun utama. Kita bisa berendam di sini tapi tentu airnya sangat dingin karena lokasinya saja di 1.675 mdpl.

 

Suspension bridge, jembatan gantung Kadudampit, Situ Gunung

 

Jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini berada di kawasan hutan damar. Panjangnya 250 m, lebar 2 m, dan ketinggian maksimal 161 m. Mampu menampung beban sekaligus 40-50 orang.

 

Jembatan ini menghubungkan kawasan wisata Situ Gunung dengan Curug Sawer. Dari atas jembatan ini kita bisa melihat Gunung Gede-Pangrango di satu sisi dan Kota Sukabumi di sisi lainnya.

               

- Menginap di sekitar Situ Gunung

Situ Gunung nan tenang

 

Tujuan utama orang ke Situ Gunung untuk menginap di sekitar danau dan meresapi ketenangan. Selain itu ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan antara lain berjalan kaki keliling danau yang dilingkupi barisan cemara, mengeksplor danau dengan perahu, bersepeda ataupun memancing.

 

PENGINAPAN

Kalau berencana memulai pendakian pagi-pagi sekali maka Anda perlu menginap di kaki Gunung Putri atau Cibodas. Di kaki Gunung Putri ada cukup banyak homestay atau rumah penduduk yang disewakan, begitu pula di Cibodas. Jika menginginkan fasilitas yang lebih nyaman tentu carilah vila-vila yang bagus, bisa juga menginap di vila di Cipanas.  

 

Di Situ Gunung bisa menginap di dalam kawasan, di pesanggrahan maupun kemping, , atau ada pilihan Tanakita 5 Star Camping Ground. Di luar kawasan juga ada banyak vila disewakan.

 

Teks: Mayawati NH Foto: Dammer Saragih, Mayawati NH, Welly Yaptianto

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


252

Back to Top