WISATA BUDAYA DI KABUPATEN SIAK, RIAU

WISATA BUDAYA DI KABUPATEN SIAK, RIAU

Saturday, 30-04-2016 | 23:42

Istana Siak

 

Kabupaten Siak yang merupakan bagian dari Provinsi Riau memiliki destinasi menarik  di antaranya:

ISTANA SIAK SRI INDRAPURA

Sultan Syarif Kasim II dan Permaisyuri

 

Dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dan selesai tahun  1893.  Istana  ini juga sering disebut The Sun Palace From East (Istana Matahari Timur).  Di dalam istana pengunjung bisa melihat barang-barang berharga peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura, seperti  keramik dari Cina, Eropa, patung perunggu Ratu Wilhelmina yang merupakan hadiah dari Kerajaan Belanda. Ada juga  perkakas  berlambangkan Kerajaan Siak, komet  pemutar musik klasik yang besar dari Jerman dan masih banyak koleksi lainnya. Sedangkan mahkota asli Kerajaan Siak sendiri tersimpan di Museum Nasional Jakarta.

Terakhir kali Kasultanan Siak Sri Indrapura dipimpin Sultan Syarif Kasim II yang meninggal tahun 1968 tanpa mempunyai keturunan. Sehingga pengelolaan Istana Siak Sri Indrapura diserahkan kepada pemerintah.

 

Buka: Setiap hari, pkl.09.00-16.00. Kecuali Jumat pkl.09.00-11.00 dan buka kembali pkl.13.45-16.00

Tiket masuk: Rp 3.000.

 

JEMBATAN TENGKU AGONG SYARIFAH LATIFAH

Jembatan Tengku Agong Syarifah

 

Jembatan yang diberi nama Tengku Agong Syarifah Latifah, nama permaisuri Sultan Syarif Kasim II (sultan terakhir Kerajaan Siak) ini merupan salah satu jembatan panjang dan indah di Indonesia. Terlebih lagi bila malam hari saat di mana jembatan ini bermandikan lampu, sehingga tidak mengherankan bila masyarakat sering menikmati malam di lokasi jembatan ini. Siang hari pun jembatan ini indah dilihat, terutama saat langit berselimut warna biru dengan motif awan putih bersih. Jembatan ini diresmikan tahun 2010 dan dirancang tim dari ITB. Panjang jembatan 1.196 m, lebar 16,95 m. Ketinggian Jembatan Siak mencapai 23 m di atas permukaan air Sungai Siak yang lebarnya mencapai sekitar 300 m. Di atas jembatan berdiri dua menara setinggi masing-masing 80 m.

 

MASJID RAYA SYAHABUDIN

Masjid Raya Syahabudin

 

Masjid Raya Syahabudin ini letaknya di pinggir Sungai Siak sekitar 500 m dari lokasi Istana Siak.  Masjid ini dibangun tahun 1926 oleh Sultan Assayyidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifudin. Juga dikenal dengan nama Masjid Sultan Siak. Di samping barat masjid terdapat bangunan tempat makam Sultan Syarif Kasim II beserta permaisurinya.

 

Cara Ke Sini:

Panorama Sungai Siak dari Jembatan Tengku Agong Syarifah Latifah

 

Untuk menuju obyek wisata di Siak Sri Indrapura dari Pekanbaru diperlukan waktu 2-3 jam perjalanan dengan sewa mobil. Kondisi jalan lumayan bagus, meski ada beberapa ruas jalan yang rusak. Di Siak sendiri jalanannya lebar, mulus dan bersih.

Kalau nggak sewa mobil ada dua moda transportasi umum: speedboat dan bus. Untuk speedboat silakan datang ke Pelabuhan Sungai Duku yang akan membawa ke Pelabuhan Siak. Letak Istana Siak tidak jauh dari pelabuhan ini, hanya 500 m, jadi tak perlu naik bentor (becak motor) atau ojek. Dua inilah sarana angkutan umum di Kabupaten Siak. Sedang kalau mau naik bus umum bisa ke terminal Pekanbaru.

 

KULINER

Udang Galah rebus

 

Kuliner yang mesti dicoba adalah menu udang galah. Hampir semua restoran di Siak menyajikan menu udang galah yang besar dan segar.

Teks: Adi Pamungkas ; Foto: Barry Kusuma/Adi Pamungkas

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


156

Back to Top