POTENSI WISATA TRANS PAPUA (Bagian 2): RUTE MERAUKE-TANAH MERAH (BOVEN DIGOEL)

POTENSI WISATA TRANS PAPUA (Bagian 2): RUTE MERAUKE-TANAH MERAH (BOVEN DIGOEL)

Friday, 10-05-2019 | 23:25

Rumah semut di TN Wasur

 

Trans Papua, ruas-ruas jalan yang menghubungkan kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua Barat dan Papua sambung menyambung memang sampai saat ini belumlah rampung 100%. Targetnya menguhubungkan Kota Sorong di ujung barat dan Kota Merauke di paling timur sepanjang kurang lebih 4.330,07 km. Di antara ruas-ruas jalan itu ada yang merupakan jalur distribusi barang yang sudah lama ada, ada rute yang baru dibuka di wilayah yang selama ini terisolasi, ada yang baru dibuka untuk menciptakan perkampungan baru, dan tentu yang tak kalah penting, ada rute yang dibuka atau diperbaiki demi menunjang pariwisata. Banyak lho potensi wisata di bumi Papua. Bolehlah kita bermimpi, suatu saat hasil pembangunan ini dirasakan oleh semua pihak. Masyarakat Papua bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari majunya pariwisata di daerahnya, dan masyarakat di luar Papua tak ragu lagi berwisata ke pulau paling timur wilayah Indonesia ini.

 

Pada tulisan bagian kedua ini, kita bahas potensi wisata di rute Merauke-Tanah Merah (Boven Digoel) di Papua.

 

Baca juga: "Kita Tidak Takut. Trans Papua Harus Terus Dilanjutkan"

 

RUMAH SEMUT DI TAMAN NASIONAL WASUR

Taman Nasional Wasur akan dilewati kalau kita menjajal rute Merauke-Tanah Merah (Boven Digoel). Sebagian area masuk Distrik Sota, sebagian Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke. Area yang luasnya 431.425, 12 ha ini berupa rawa-rawa, sabana, hutan monsoon, hutan pantai, hutan bambu, dan hutan sagu.

 

Kalau menurut papan keterangan yang terdapat di area gerbang masuk, ada 419 spesies unggas (termasuk cenderawasih), 80 spesies mamalia (termasuk rusa dan kanguru atau walabi), 48 jenis serangga, 72 jenis ikan, 21 jenis reptil & ampibia, dan 14 tipe hutan. Keragaman flora dan fauna ini membuat TN Wasur dijuluki "Serengeti Papua".

 

Tapi kalau mau melihat aneka satwa ini harus masuk sampai ke Rawa Biru. Rawa Biru adalah danau tadah hujan yang menjadi sumber air bagi masyarakat setempat bahkan bagi se-Kabupaten Merauke. Kegiatan bird watching biasanya dipusatkan di sekitar rawa.

 

Kalau hanya masuk beberapa puluh meter dari jalan raya, kita hanya akan melihat aneka rumah semut yang memang menjadi ikon Wasur bahkan Merauke. Rumah semut atau yang biasa disebut musamus ini sebenarnya rumah rayap. Struktur berbentuk kerucut yang tingginya bisa mencapai 5 m dan diameternya 2 m ini dibangun oleh koloni rayap dari rumput kering dan lumpur serta liur rayap sebagai bahan perekatnya. Musamus di Indonesia hanya ada di Merauke lho.

 

Rumah semut tingginya bisa mencapai 5 m

 

Cara ke TN Wasur

Berkendara dari Kota Merauke hanya butuh 30 menit untuk tiba di gerbang masuknya.

 

TUGU PERBATASAN SOTA DAN TAMAN ASRI BUATAN PAK POLISI

Menyusuri jalanan yang lurus-lurus saja dari TN Wasur, sekitar 1 jam kemudian kita akan tiba di pertigaan Distrik Sota. Tepat di pertigaan berdiri Tugu Kembaran Sabang Merauke, dengan burung garuda merentangkan sayapnya di bagian puncaknya. Bentuknya mirip alias kembar dengan yang ada di Sabang, Aceh.

 

Tugu Kembaran Sabang Merauke

 

Dari pertigaan itu belok ke kanan, nggak sampai 10 menit kita akan sampai di perbatasan Sota. Gerbang bertuliskan "Good Bye and See You Again Another Day" terlihat pertama kali saat memasuki area. Ini tentu ditujukan untuk warga Papua New Guinea (PNG) di perbatasan yang sering keluar-masuk wilayah RI di Sota.

 

Melangkah sedikit dari gerbang, di sebelah kiri ada landmark lain yang kudu banget dipakai sebagai latar foto. Landmark bertuliskan 0 Km Merauke-Sabang. Berjalan kaki sedikit lagi, di sebelah kanan ada “I Love Sota Merauke Papua”. Dan mulai terlihat taman yang asri. Taman yang disebut Taman Merah Putih ini dibangun oleh seorang polisi bernama Aiptu Ma’ruf Suroto pada tahun 2005.

 

0 Km Merauke-Sabang

 

Aiptu Ma'ruf yang asal Magelang Jawa Tengan ini sudah bertugas di Sota sejak 1993. Sempat hendak dimutasi tapi warga Sota yang sudah mencintainya tak melepas ia pindah. Jadilah ia sampai sekarang tetap bertugas di Sota, dan kini menjabat Kapolsek Sota.

 

Di ujung taman ada pilar putih yang dibuat oleh tim survei Indonesia dan Australia tahun 1967. Namanya Meridian Monument (MM) 13 sebagai tanda perbatasan RI dengan PNG. Pilar MM ini total ada 52 di sepanjang garis perbatasan. Paling utara di Jayapura, paling selatan di Kampung Kondo di Distrik Naukenjerai, 70 km ke selatan dari Merauke. Nah, jadi ternyata titik terujung timur Indonesia yang bener di Kampung Kondo lho...

 

Cara ke Sota

Dengan jarak 70-80 km dari Kota Merauke, perbatasan Sota dapat dicapai berkendara 1-1,5 jam. Kita bisa sekaligus mengunjungi TN Wasur dan Sota dalam satu hari karena satu arah.

 

YANG BISA DIKUNJUNGI DI MERAUKE

- Tugu Pepera yang dibangun pada 17 September 1969 untuk memperingati bersatunya wilayah Irian Barat (sekarang Papua) ke NKRI.

- Kantor Pos tertua di Papua (sejak 1920).

- Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra), tempat anak muda hangout di malam hari.

- Masjid Al-Aqsha yang megah.

 

- Jembatan 7 Wali-Wali. Keren deh menatap sunset di sekitar sini.

- Patung Yesus dan Taman Jalan Salib di sebelah Bandara Mopah.

 

Cara ke Merauke

Maskapai yang melayani penerbangan Jakarta-Merauke: Garuda, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, Lion Air. Hanya Garuda yang ada penerbangan langsung, yang lain transit 1-3 kali.

 

SISA SEJARAH DI BOVEN DIGOEL

Mendengar nama Boven Digoel, penggemar sejarah pasti langsung alert, di sinilah Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, Sayuti Melik, dll pernah diasingkan Pemerintah Hindia Belanda. Ya, Boven Digoel yang baru menjadi kabupaten sejak 2002 ini memang sarat nuansa sejarah. Dan inilah satu-satunya tempat di Papua yang mempertahankan nama Belanda. Boven Digoel artinya Digoel Atas.

 

Apa Saja yang Bisa Dikunjungi?

- Bangunan Cagar Budaya Bekas Penjara Boven Digoel. Kini letaknya persis di samping Polres Boven Digoel. Kompleks penjara yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda tahun 1927 ini cukup luas. Ada bangunan besar yang dulunya diisi 1.300 tahanan politik pra kemerdekaan RI, lengkap dengan toilet uniknya di pojok ruangan. Ada dapur besar yang kondisinya rusak, sampai ada pepohonan tumbuh di dalamnya. Dan yang wajib dilihat tentu sel kecil No.1 tempat Bung Hatta mendekam selama pengasingan.

Dapur di Penjara Boven Digoel

 

- Monumen Mohammad Hatta di seberang Polres Boven Digoel. Jari telunjuk Bung Hatta menunjuk ke bawah, menegaskan bahwa di tanah inilah beliau pernah diasingkan.

 

- Taman Makam Pahlawan Perintis Kemerdekaan.

- Alat berat manual di seberang bandara.

- Kamp Konsentrasi di Tanah Tinggi, tepatnya di tepi Sungai Digoel. Harus naik boat lagi selama 2 jam menyusuri Sungai Digoel kalau mau ke sana.

 

Cara ke Boven Digoel

Boven Digoel beribu kota di Tanah Merah yang dihubungkan oleh Trans Papua dari Kota Merauke sepanjang 494,26 km. Selain lewat darat, Boven Digoel juga bisa dicapai lewat udara. Trigana Air memiliki penerbangan setiap hari dari Jayapura dan Merauke. Jalur air melalui Sungai Digoel juga bisa menjadi alternatif.

 

Trans Papua Merauke-Tanah Merah

 

Artikel lengkap tentang Trans Papua pernah dimuat di Majalah MyTrip vol 30/2018. Untuk pembelian edisi tersebut bisa hubungi WhatsApp 0811821006.

 

 

Teks & Foto: Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


817

Back to Top