GUNUNG MUTIS, NUANSA THE HOBBIT NAN MISTIS

GUNUNG MUTIS, NUANSA THE HOBBIT NAN MISTIS

Sunday, 03-03-2019 | 21:40

Sunrise memukau di Padang 1, kaki Gunung Mutis

 

Gunung Mutis (2.427 mdpl), gunung tertinggi di Pulau Timor NTT, mungkin bukan gunung favorit bagi para pendaki. Tingginya yang cuma 2.000-an meter mungkin terdengar kurang menantang. Minimnya informasi tentang pendakian gunung yang berada di Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan ini juga jadi salah satu alasan jarangnya para pendaki ke sini. Dan, mmm... mungkin karena statusnya yang cagar alam, kawasan ini sebenarnya nggak boleh dieksplor.

 

Tapi kalau Anda pendaki sejati yang ingin melengkapi daftar gunung yang pernah didaki, wajib hukumnya mendaki gunung yang karakternya beda dengan gunung-gunung di Jawa ini. Apalagi kalau Anda pemburu sunrise, kudu banget ke sini. Kabar baiknya, kalau hanya ingin memandangi sunrise spektakuler dalam senyap yang dingin, nggak perlu bersusah-payah trekking hingga ke puncaknya, tapi cukup naik mobil 4WD sampai ke kaki gunung yang disebut dengan Padang 1 (1.750 mdpl).

 

Baca juga: "Ada Bukit Golgota di Pulau Timor?"

 

CARA MENCAPAI FATUMNASI

Cagar Alam Gunung Mutis ini terletak di Kecamatan Fatumnasi dan Kecamatan Tobu (ada juga sumber yang menyebutkan Kecamatan Mollo Utara) Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Cara mencapai Fatumnasi hingga ke homestay Lopo Mutis sebagai base camp sebelum pendakian silakan baca di sini.

 

Rumah bulat di Lopo Mutis

 

Menginaplah dulu di Lopo Mutis yang berupa rumah-rumah bulat dan di dalamnya ada ranjang-ranjang berkelambu. Pak Mateos Anin sang pemilik homestay sekaligus juru kunci Gunung Mutis akan menyambut Anda dengan ramah dan bercerita banyak. Jangan lupa kenakan jaket, kaos kaki tebal dan kupluk untuk melindungi tubuh dari hawa dingin yang cukup menusuk. Asal tahu saja, Fatumnasi ini daerah terdingin di seantero Pulau Timor.

 

MyTrip bersama Pak Mateos Anin

 

Tarif homestay Rp100.000 per orang termasuk makan 3 kali. Makanannya masakan rumahan yang percayalah, enak! Keluarga Pak Mateos memasaknya dengan penuh cinta. Ditambah udara dingin, membuat Anda ingin nambah dan nambah terus.

 

BAGI PARA PEMBURU SUNRISE

Kalau mau melihat sunrise di Padang 1 disarankan berangkat dari homestay maksimal pukul 04.45, dengan mengenakan baju hangat. Tenang, nggak perlu jalan kaki, tapi seperti sudah disinggung di atas, kita bisa naik mobil 4WD.

 

Perjalanan melewati hutan dengan jalan berkelok dan menanjak, terkadang berupa cekungan yang cukup dalam (itu kenapa harus mobil 4WD) memakan waktu sekitar 1 jam. Hingga sampailah kita di tempat untuk menyaksikan matahari menyembul dari ufuk timur. Tempat berupa padang sabana luas di kaki Gunung Mutis yang disebut Padang 1.

 

Padang 1, kaki Gunung Mutis saat sunrise

 

Perlahan sinar mentari muncul di antara celah perbukitan dan menimpa karpet alam nan hijau yang serasa tak bertepi. Angin dingin menusuk seolah terlupakan demi melihat fenomena pagi yang sungguh spektakuler ini. Kalimat-kalimat sepuitis apa pun tak mampu untuk menggambarkan keindahan pagi di Padang 1. Trippers mesti datang dan buktikan sendiri deh!

 

BAGI PARA PENAKLUK PUNCAK

Dari Padang 1 mobil masih bisa melanjutkan perjalanan sekitar 5 menit hingga tiba di lokasi di mana mobil sudah tak bisa lagi lewat. Dari sinilah para pendaki mulai berjalan kaki.

 

Di sinilah titik awal pendakian

 

Awalnya berupa ujung padang sabana, lalu masuk hutan. Jalur masih tergolong landai. Sekitar 30 menit tibalah kita di Padang 2. Ya, padang sabana lagi, di ketinggian 1.920 mdpl. Padangnya lebih luassss dan lebih terbuka dari Padang 1.

 

Padang 2

 

Kita harus mulai mendaki tapi dengan kemiringan yang masih standar hingga mencapai titik tertinggi di Padang 2. Butuh waktu 10-15 menit saja untuk sampai sini. Bisa ngaso dan menikmati pemandangan dulu di sini.

 

Berjalan kaki masuk hutan lagi selama kurang lebih 15-20 menit tibalah kita di “gerbang” Gunung Mutis. Di sini pemandu akan melakukan ritual dulu, mempersembahkan permen dan/atau membakar rokok di sebuah batu di bawah pohon besar. Ya, Gunung Mutis memang keramat dan mistis. Siapa pun yang hendak memasukinya harus minta izin dulu. Makanya ke sini harus dengan pemandu. Bisa minta carikan pemandu ke Pak Mateos atau supir yang Anda sewa.

 

Usai melewati “gerbang” barulah pendakian sesungguhnya dimulai. Kemiringan jalur mulai bikin napas tersengal dan kaki berat melangkah. Untungnya hampir seluruh jalur teduh oleh rimbun pepohonan. Beberapa pohon terlihat sangat besar dan tinggi menjulang, diselimuti lumut yang menjuntai-juntai yang membuatnya makin eksotis, dan... mistis!

 

Jalur pendakian

 

Kalau Trippers berjalan santai dan banyak istirahat, juga foto-foto, butuh waktu sekitar 2 jam untuk mencapai puncak bayangan di ketinggian 2.400 mdpl. Di puncak bayangan ini kita sudah bisa melihat pemandangan ke lembah dan perbukitan di seberang. Tapi nggak ada penanda apa-apa di sini. So, jangan berhenti di sini, lanjutkan sampai ke puncak sesungguhnya di ketinggian 2.427 mdpl. Cuma 10 menit kok. Menurun, lalu menanjak lagi. Di sini ada tugu berupa batu besar sebagai penanda puncak.

 

Puncak Gunung Mutis

 

Nggak seperti puncak gunung berketinggian 3.000-an mdpl pada umumnya, di puncak Gunung Mutis masih banyak pepohonan tinggi, jadi pandangan kita terhalang. Kita hanya bisa memandang jauh hanay di satu sisi.

 

Pemandangan dari puncak Gunung Mutis

 

Tingkat kesulitan pendakian: ringan hingga moderat. Siapa pun bisa mendaki Gunung Mutis asal berbadan sehat dan kondisi bugar. Latihan fisik standar sebelum berangkat tentu akan membuat Anda lebih enjoy saat pendakian. Trekking pole tidak terlalu dibutuhkan.

 

HUTAN BONSAI LAKSANA THE HOBBIT-NYA DI MANA?

Lalu bagian mana dari Gunung Mutis yang seperti suasana di film The Hobbit  hasil imajinasi J.R.R Tolkien? Nah, ini juga kabar gembira lagi, karena hutan bonsai eksotis yang suasananya seperti di negeri antah berantah itu adanya bukan di jalur muncak, apalagi di puncak. Hutan ini berada di jalur yang masih bisa dilalui mobil 4WD.

 

Saat pergi pagi buta tentu kita nggak sadar telah melewati hutan bonsai ini. Jadi setelah menikmati sunrise di Padang 1, atau bagi yang mendaki, setelah turun dari puncak, kita kembali naik mobil 4WD untuk pulang. Sekitar 40 menit, sebelum mencapai gerbang Cagar Alam Gunung Mutis, supir maupun pemandu akan menghentikan mobil di area hutan bonsai ini. Disebut bonsai karena bentuk pohonnya seperti bonsai, tapi pohon-pohonnya nggak sekecil bonsai lho... Tinggi pohonnya normal, walaupun nggak tinggi-tinggi amat. Kalau pas berkabut, berfoto-foto di sini lebih kelihatan mistis dan eksotisnya.

 

Hutan bonsai

 

Lepas dari hutan bonsai, kita akan melewati hutan eukaliptus atau ampupu. Kadang terlihat kawanan sapi dan kuda merumput. Sungguh suasana tenang yang sulit didapatkan dari gunung-gunung di Jawa.

 

Teks: Mayawati NH Foto: Hemawati NH, Mayawati NH

0 COMMENTS


Please be the one to comment !


936

Back to Top